Header Ads

Mantan Model Playboy Akui Pernah Jadi Selingkuhan Trump


Mantan Model Playboy Akui Pernah Jadi Selingkuhan Trump


JavaMagazine ( Washington DC ) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali diterpa kabar perselingkuhan. Seorang mantan model majalah Playboy mengklaim dirinya pernah menjalin hubungan dengan Trump, setelah Trump menikahi Melania. 

Seperti dilansir CNN, Sabtu (17/2/2018), Karen McDougal yang kini berusia 46 tahun ini menjadi model majalah Playboy tahun 90-an dan pernah menjadi Playmate of the Year tahun 1998. Dia mengungkapkan hubungan terlarangnya dengan Trump lewat dokumen tulisan tangan setebal 8 halaman yang didapatkan media AS, The New Yorker. 

Dokumen itu didapat The New Yorker dari salah satu teman McDougal. Kepada The New Yorker, McDougal mengakui dokumen itu memang ditulis tangan oleh dirinya. The New Yorker mempublikasikan kisah McDougal pada Jumat (16/2) waktu setempat. 

Dalam dokumen itu, McDougal menjelaskan bahwa hubungan asmaranya dengan Trump terjalin selama 9 bulan, antara Juni 2006 hingga April 2007. Saat itu, pernikahan Trump dengan Melania baru menginjak dua tahun. Putra mereka, Barron, baru berusia beberapa bulan. 

McDougal menceritakan cara Trump menjalin hubungan dengannya saat itu. Mulai dari Trump membayari makan malam di sebuah bungalo pribadi di Beverly Hills Hotel, kemudian menawarkan uang kepada McDougal usai keduanya berhubungan intim untuk pertama kali dan Trump selalu mengganti biaya perjalanan McDougal saat keduanya bertemu.

"Tidak ada jejak kertas untuknya," tulis McDougal dalam dokumen itu, seperti dikutip The New Yorker. McDougal merujuk pada Trump yang selalu menyembunyikan hubungan keduanya dan bagaimana Trump menutupi dirinya yang membayari aktivitas-aktivitas McDougal.

McDougal mengakui dirinya saat itu menjalin asmara secara sadar dengan Trump. Hubungan keduanya berakhir setelah 9 bulan, karena McDougal merasa bersalah. Sejumlah sumber dan teman-teman McDougal menyebut ada komentar Trump yang membuat McDougal tersinggung. Salah satunya saat Trump menyebut ibunda McDougal yang tidak merestui hubungan keduanya, sebagai 'old hag' (sebutan untuk wanita tua yang jelek). 

Setelah mengakhiri hubungannya dengan Trump, McDougal menandatangani kontrak hak eksklusif kisah hidup terbatas dengan American Media Inc (AMI) pada Agustus 2016. AMI merupakan penerbit media National Enquirer yang kerap merilis artikel yang mendukung Trump. McDougal menjual kisah asmaranya dengan Trump kepada AMI seharga US$ 150 ribu.

Namun pada praktiknya, AMI tidak pernah mempublikasikan kisah McDougal itu. Menurut The New Yorker, pemilik AMI, David Pecker, yang merupakan teman Trump, diduga sengaja membeli hak kisah McDougal untuk menutupinya dari publik dan media lainnya. Pihak AMI menyatakan tidak mempublikasikan kisah McDougal karena tidak kredibel. Modus ini diduga menjadi cara Trump dan orang-orangnya untuk membungkam McDougal.

Kepada The New Yorker, McDougal mengaku menyesal pernah menandatangani kontrak itu. "Itu merenggut hak saya. Saat ini saya merasa saya tidak bisa berbicara soal apapun tanpa memicu masalah, karena saya tidak tahu apa saja yang bisa saya bicarakan. Saya bahkan takut menyebut namanya," ujar McDougal.

Kini, McDougal berharap dengan dirinya buka suara akan meyakinkan wanita-wanita lainnya untuk menghindari kontrak serupa. The New Yorkermenyebut McDougal menolak berbicara sebelum pilpres digelar pada November 2016. Dia mengaku tidak ingin mempengaruhi hasil pilpres. 

Menanggapi laporan ini, Gedung Putih langsung menyampaikan bantahannya. "Ini adalah kisah lama yang tidak lebih dari berita palsu. Presiden mengatakan dia tidak pernah menjalin hubungan dengan McDougal," tegas juru bicara Gedung Putih dalam pernyataannya. 

Kisah McDougal ini muncul setelah sebelumnya media ramai memberitakan seorang aktris porno bernama Stephanie Clifford alias Stormy Daniels yang juga mengaku pernah menjalin perselingkuhan dengan Trump, sebelum dia menjabat Presiden AS. Yang terbaru, pengacara pribadi Trump, Michael Cohen, mengakui telah membayar US$ 130 ribu (Rp 1,7 miliar) dari kantongnya sendiri, kepada Clifford agar dia tidak mengungkap perselingkuhan itu ke publik. Pembayaran dilakukan sebelum pilpres AS digelar tahun 2016 lalu.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.