Header Ads

Panduan SuksesKeuangan untuk Pasangan Baru Menikah



JavaMagazine ( Jakarta )Tidak bisa dipungkiri, finansial termasuk sebagai masalah dari pasangan baru menikah.

Uang memiliki peran yang besar dalam kehidupan rumah tangga meski bukan sesuatu yang romantis.

Survei SunTrust Bank bahkan menyimpulkan bahwa uang adalah penyebab stress nomor satu dalam hubungan pernikahan dilansir dalam Time.com.

Bahkan, pada beberapa kasus perceraian dilatarbelakangi kondisi finansialyang sulit.
Oleh karena itu, penting mengetahui 5 panduan kesuksesan finansial untuk pasangan baru menikah berikut.

1. Transparansi Keuangan Pribadi

Bukan hanya mengenai pemasukan, tetapi naraca utang juga perlu Anda katakan pada pasangan.

Survei yang dilakukan oleh Fidelity menemukan 43% orang mengaku tidak mengetahui berapa besar utang milik pasangan.

Mungkin pengeluaran berlebih atau bahkan berhutang itu memalukan, tetapi terbuka dengan pasangan mungkin menyelamatkan kondisi finansial keluarga Anda.

Berkata jujur satu sama lain membuat pasangan dapat fokus pada rencana strategis tentang kondisi finansial kedepan.

2. Tangani Utang sebagai Satu Tim

Ketika menikah, konsekuensi finansialnya adalah utang pasangan merupakan milik Anda.
Menurut pakar kredit Jeanine Skowronski, hal ini memengaruhi anggaran dan pilihan hidup kedepannya.

Membuka rekening bersama membuat Anda dan pasangan merasa bertanggung jawab atas keuangan keluarga.

Mengajukan utang melalui rekening bersama akan lebih mudah diselsaikan bersama pasangan dan pengeluaran menjadi lebh terencana.

3. Pikirkan Pajak
Sebelum membeli berbagai kebutuhan, Anda dan pasangan sebaiknya memperhatikan berapa pengeluaran pajak yang perlu dibayar.

Sangat penting menyisihkan uang untuk pajak.

Sebab, setelah menikah, pengeluaran pajak biasanya akan membengkak.

4. Ceritakan Riwayat Keluarga

Penting untuk menceritakan bagaimana kondisi finansial keluarga Anda sebelum menikah.
Ini akan mengurangi pertengkaran masalah pengeluaran dan kondisi finansial menurut Kathleen Burns Kingsbury.

Cobalah cari tahu alasan pasangan berhemat atau bahkan berbelanja berlebihan.
Mungkin saja, kondisi tersebut memang didapatkannya dari masa lalu saat melajang.
Keluarga dengan kondisi finansial baik cenderung lebih mudah membelanjakan uang mereka.

Sebaliknya, pasangan dari keluarga yang memiliki kondisi finansial kurang beruntung lebih ketat terhadap pengeluaran mereka.

5. Targetkan Realisasi Prioritas

Setiap pasangan baru menikah tentu memiliki hal-hal prioritas yang ingin dituju.
TD Ameritrade mengatakan bahwa pasangan yang mengidentifikasi tujuan tertentu biasanya akan membuat kemajuan lebih cepat untuk merealisasikan target mereka.

Anda dapat memulai dengan target masing-masing dan mengkombinasikannya dengan milik pasangan.

Pikirkan tentang tujuan utama yang membuat Anda dan pasangan bersama-sama merupakan saran dari Jeff Motske, penulis buku Panduan Pasangan untuk Kesesuaian Keuangan.

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.