Penyebab Munculnya Aroma Khas Tanah Basah saat Hujan
JavaMagazine - Pernah mencium aroma tanah basah begitu hujan mulai turun? Ada yang merasa aroma itu menenangkan, bahkan seperti membawa suasana khas musim hujan.Ternyata, bau yang sering kita sebut sebagai bau hujan ternyata bukan semata-mata berasal dari tanah yang terkena air.Ada peran bakteri di balik aroma tersebut. Mikroorganisme yang hidup di tanah menghasilkan senyawa beraroma khas, lalu tetesan hujan membantu melepaskannya ke udara. Itulah salah satu bagian dari proses terbentuknya aroma yang dikenal dengan istilah petrichor.Jadi, kalau selama ini kamu mengira bau hujan hanya berasal dari tanah basah, ceritanya ternyata lebih menarik dari itu.Bakteri tanah menghasilkan senyawa beraroma khas
Salah satu senyawa yang berperan dalam aroma tanah basah adalah geosmin. Senyawa ini dihasilkan oleh mikroorganisme yang hidup di dalam tanah, salah satunya bakteri dari kelompok Streptomyces.Streptomyces termasuk kelompok bakteri yang banyak ditemukan di lingkungan tanah. Selain berperan dalam proses alami di lingkungan, beberapa spesiesnya juga dikenal sebagai penghasil senyawa yang dimanfaatkan dalam pengembangan obat, termasuk antibiotik.Geosmin inilah yang memberikan aroma khas seperti tanah basah atau tanah lembap. Senyawa tersebut sebenarnya sudah ada di lingkungan tanah sebelum hujan turun. Jadi, bukan air hujan yang secara langsung menciptakan geosmin.Hidung manusia sangat peka terhadap senyawa ini. Manusia dapat mendeteksi geosmin dalam konsentrasi sekitar 400 bagian per triliun (parts per trillion).Artinya, meski jumlahnya sangat kecil, geosmin tetap bisa tercium oleh manusia. Itu sebabnya aroma tanah setelah hujan bisa terasa cukup kuat meskipun senyawa yang menyebabkannya tidak terlihat oleh mata.Bagaimana aroma dari tanah bisa tercium saat hujan?Lalu, kalau geosmin sudah ada di tanah, bagaimana senyawa tersebut bisa sampai ke hidung kita? Jawabannya berkaitan dengan cara tetesan hujan menghantam permukaan tanah.Studi dari jurnal Nature Communications menjelaskan bagaimana tetesan air dapat menghasilkan aerosol ketika menghantam permukaan berpori, termasuk tanah.Dalam penelitian tersebut, peneliti mengamati proses tumbukan tetesan air menggunakan kamera berkecepatan tinggi. Mereka menemukan bahwa ketika tetesan air menghantam permukaan tanah tertentu, gelembung udara kecil dapat terbentuk di dalam tetesan.Gelembung itu kemudian bergerak menuju permukaan dan pecah. Proses tersebut menghasilkan semburan kecil yang melepaskan partikel-partikel air berukuran sangat kecil ke udara. Partikel inilah yang disebut aerosol.Aerosol dapat membawa material dari permukaan tanah ke udara, termasuk senyawa dan mikroorganisme yang terdapat di dalamnya. Mekanisme ini membantu menjelaskan bagaimana aroma dari tanah dapat menyebar ketika hujan turun.Peneliti juga menemukan bahwa proses pembentukan aerosol dipengaruhi oleh kondisi permukaan tanah dan kecepatan tetesan air. Dalam percobaan mereka, aerosol dapat terbentuk pada beberapa jenis tanah, seperti tanah liat dan tanah lempung berpasir, dalam kondisi yang menyerupai hujan ringan hingga sedang.Jadi, hujan bukan sekadar membasahi tanah. Tumbukan tetesan air juga dapat membantu mengangkat partikel dari permukaan tanah ke udara, sehingga aroma khasnya bisa kita cium.Bukan hanya bakteri, minyak dari tumbuhan juga berperan
Selain dari geosmin, ada komponen lain yang ikut membentuk aroma khas tersebut, salah satunya minyak alami dari tumbuhan.Selama periode kering, tumbuhan dapat melepaskan senyawa minyak yang kemudian menempel dan terakumulasi pada permukaan batu maupun tanah. Ketika hujan turun atau kelembapan udara meningkat, senyawa tersebut dapat terlepas kembali ke udara.Badan meteorologi Inggris juga menjelaskan bahwa aroma petrichor ini merupakan hasil campuran minyak dari tumbuhan dan senyawa kimia yang dilepaskan bakteri tanah.Karena itu, aroma hujan tidak berasal dari satu zat saja. Geosmin memberikan karakter aroma tanah basah, sementara senyawa lain dari tumbuhan turut membentuk aroma yang lebih kompleks.Aroma yang sering kita hirup saat hujan pertama kali turun bukan sekadar bau tanah yang basah. Ternyata ada aktivitas mikroorganisme, senyawa alami dari tumbuhan, dan proses fisik tetesan air yang bekerja bersama menghasilkan aroma khas tersebut.

Tidak ada komentar