Header Ads

Bisnis "Penutup Aurat Hijablooks" Dhini Dyar Raih Omzet Puluhan Juta/Bulan


JavaMagazine ( Jakarta ) - Dengan melihat sebuah peluang yang cukup besar, Dhini Dyar, seorang karyawan swasta membuka bisnis yang bergerak di bidang busana, khususnya kerudung atau hijab. Dia memberi nama brandnya dengan nama Hijablooks. Bisnis ini dimulainya sejak 2015 akhir dan terus berkembang hingga kini.
Menurutnya, hijab kini telah menjadi trend fashion seiring berkembangnya zaman. Dia memulai bisnis ini dengan variasi hijab print yang diserahkan kepada vendor. Namun, masalah desain dan pemilihan bahan, dia tetap melakukannya sendiri.
Dia memulai bisnis ini dengan hasil tabungannya dan suami dengan moodal awal Rp10 juta. Dengan modal sebesar itu, dia berhasil mendapatkan omzet pertama yang mencapai Rp12 juta. Kini, omzetnya sudah menyentuh angka Rp20 juta hingga Rp25 juta. Bahkan ketika lebaran tiba, omzetnya bisa mencapai Rp35 juta.
Bagi Wanita, fashion adalah hal yang paling melekat pada keseharian kita. Tentunya, kita pasti ingin terlihat menarik saat bepergian keluar rumah. Saat ini hijab juga bukan hanya untuk menutup aurat bagi para wanita, tetapi juga menjadi tren fashion tersendiri bagi mereka.
Dengan melihat peluang yang cukup besar untuk membuka usaha tren hijab, seorang karyawan swasta Dhini Dyar, memberanikan diri untuk membuat bisnis dengan mengembangkan brand Hijablooks. Sejak tahun 2015 akhir, dia terus menekuni usaha sampingannya. “Awalnya memulai usaha hijab karena melihat potensi pasar yang sangat besar,” ujarnya kepada.
Menurutnya seiring dengan perkembangan zaman, hijab menjadi trend fashion yang cukup diminati oleh masyarakat, terutama wanita. Awalnya peluang bisnis hijab yang ia lakukan dimulai dari hijab print. Produksi hijab print diserahkan ke vendor. Namun, design dan pemilihan bahan tetap dilakukan langsung oleh Dhini sendiri.
Dia juga mencari sesuatu yang berbeda dan akhirnya memulai usaha hijab bordir sejak setahun lalu. Menurut Dhini sendiri, awalnya banyak orang menilai bordir merupakan sesuatu yang berat karena harganya yang mahal dan umumnya dipakai oleh kalangan tertentu. Melalui hijab bordir yang dia rintis ini, dirinya mendesain langsung motif yang friendly use. “Menurut saya, dengan mendesain motif seperti itu, maka hijab tersebut dapat dipakai oleh semua kalangan dan semua umur,” jelasnya.
Dirinya juga memilih warna-warna pastel untuk mencerminkan jiwa perempuan muda yang bahagia, aktif, percaya diri dan mudah menyatu dengan lingkungan. Dia juga terinspirasi dari berbagai virtual pinboard atau online magazine yang kemudian idenya tersebut dimodifikasi sedemikian rupa.
Modal awal yang dia gunakan pada awalnya adalah dengan tabungan pribadinya dan bantuan dari sang suami. Modal awal yang dirinya keluarkan untuk memulai bisnis ini berkisar sekitar Rp10 juta dan omzet awal sudah mencapai Rp12 juta. Seiring berjalannya waktu dan juga perkembangan yang menggembirakan, bertambahnya channel penjualan, modal juga meningkat sebesar 50% dengan omzet yang ikut naik sebesar 50-100%. Untuk sekarang ini omzet yang dia capai sudah sekitar Rp20 juta sampai Rp25 juta. Saat menjelang lebaran dan hari besar lainnya omzet bisa naik hingga Rp35 juta.
Dhini telah memasarkan brand yang dia miliki secara offline dan online. Karena menurutnya, sebagai brand baru dirinya harus memaksimalkan sales channel online maupun offline yang memungkinkan agar produknya dapat lebih dikenal secara luas. Salah satunya dengan memasarkan produk yang dimilikinya itu melalaui Instagram hijablooksbrand dan hijablooks.catalog. “Saya juga memiliki prinsip, selama ada kesempatan maka jualan harus jalan terus,” ujarnya. Selama dia membuka usahanya sendiri, Dhini juga merasa dirinya jadi lebih sehat dan lebih bersemangat.
Awalnya juga dia merasa berat dalam menjalankan bisnisnya tersebut. Tetapi, setelah dia berhasil menemukan beberapa channel penjualan yang pas, maka pertumbuhannya lebih menggembirakan sekarang ini.
Terdapat juga beberapa kendala selama dia membuka usaha hijabnya, seperti kendala dengan vendor yang dia pilih, sulitnya mendapat material dengan kualitas baik seperti standard yang sudah ditetapkan sendiri olehnya. Selain itu, karena beliau juga merupakan karyawati, dia merasa memiliki keterbatasan waktu untuk menjalankan usaha ini. Dirinya juga merasa waktu bermain dengan anak juga menjadi berkurang karena terkadang hari libur dia sibuk dengan masalah produksi.
Dhini juga memiliki target untuk ke depannya agar lebih mantap menjalani bisnisnya, yaitu meningkatkan nama brand agar semakin dikenal orang banyak. Tips yang dia berikan kepada kita yang ingin membuka usaha sendiri adalah “Jangan pernah takut gagal”.

Simulasi Pembiayaan
Biaya Awal
Rp10.950.000
Bahan
300 meter
Rp6.500.000
Benang
12 lusin
Rp1.650.000
Packaging plastik
500 pcs
Rp800.000
Packaging Box
100 pcs
Rp600.000
Label Brand
1200 pcs
Rp700.000
Thankyou Card
500 pcs
Rp700.000
Total
Rp10.950.000
Asumsi Biaya Operasional Per Bulan
Rp5.000.0000
Rp15.950.000
Omzet
Rp25.000.000
Profit
Rp9.050.000

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.